Pages

Showing posts with label Karsinologi. Show all posts
Showing posts with label Karsinologi. Show all posts

Saturday, December 26, 2009

Cladocera

Kunjungi juga webku di http://wilda.comxa.com

CLADOCERA

Klasifikasi :
Regnum :Animalia
Filum :Arthropoda
Subfilum :Crustacea
Kelas :Branchiopoda
Subkelas :Diplostraca
Ordo :Cladocera

DESKRIPSI

Ordo cladocera dinamakan juga Kutu air merupakan bagian dari branchiopoda yang membentuk suatu grup monophyletic yang saat ini mempunyai 11 keluarga, 80 genera, dan sekitar 400 spesies. Artinya kaki yang juga berfungsi seperti insang jumlahnya sedikit, hanya 5 sampai 6 pasang. Kelompok cladocera adalah bagian dari kelas arthropod yang crustacean, digolongkan dalam grup phyllopoda. Yang umum dikenal adalah genus dari Daphnia sebagai penguji adanya indikasi pencemaran air.
Struktur tubuh cladocera terdiri dari kepala, thorax, perut, antenna, dan sebagian ada yang memiliki ekor. Ruas-ruas tubuh tidak jelas, biasanya thorax dan abdomen tertutup karapas yang tampak seperti 2 keping. Sebenarnya karapas tersebut bukan 2 keping tetapi hanya 1 helai yang melipat dan terbuka dibagian ventral bervariasi dari bundar, oval, memanjang atau persegi.
Kepala diterapkan dengan punggung di daerah yang biasanya disebut chemosensoric antennulae. Selain itu, untuk jantan antenulae ini juga dapat berfungsi untuk memeluk betina dalam proses reproduksi. Memiliki 5 atau 6 pasang kaki yang menempel di perut yang menghubung ke punggung, sedangkan yang dewasa memiliki 4 segmen leptodora, setelah itu ada postabdomen lalu berakhir pada furca claws.
Pada kepala terdapat sebuah mata majemuk dan ada kalanya sebuah ocellus, keduanya berfungsi untuk menentukan arah terhadap sumber cahaya dan intensitas cahaya. Antenna pertama (antenul) kecil dan terletak dibagian ventral kepala, mengandung setae olfaktori (penciuman). Antenna kedua besar, sepasang, masing-masing terdiri atas sebuah pangkal ruas yang kuat dan bercabang dua menjadi sebuah ramus dorsal (ramus superior) dan sebuah ramus ventral (ramus inferior). Pada setiap ramus terdapat setae berbulu. Formula setae seringkali dipakai untuk identifikasi genera atau spesies. Formula setae pada Daphnia ialah 0-0-1-3/1-1-3. Artinya ramus dorsal terdiri atas 4 ruas di mana berturut-turut dari ruas pertama sampai keempat. Ramus vental ada 3 ruas, pada ruas pertama, kedua dan ketiga. Antenna kedua berfungsi sebagai alat renang dan cara renang cladocera sangat khas, yaitu tersendat-sendat (intermittently), tidak mulus dan gemulai seperti Branchiopoda yang lain.
Biasanya pasangan kaki pertama dan kedua berfungsi seperti tangan, serta dapat digunakan untuk berpegang pada substrat. Bentuk abdomen tidak jelas, namun di bagian posterior terdapat postabdomen yang besar dan dilengkapi 2 helai setae abnominal. Di ujung abdomen terdapat sepasang kuku (claw). Pada tepi kuku terdapat sederetan gerigi, digunakan untuk identifikasi spesies kelompok. Postabdomen berfungsi untuk membersihkan sampah dan kotoran yang menempel pada kaki serta membantu pergerakan. Jadi Claws tersebut berfungsi sebagai abreptor (pembersih rongga badan).
Kemudian ada lagi dua kemudi bristles yang menghubungkan ke perut. Sebagian besar cladocera ini mengorientasikan dirinya dengan sirip belakang atas. Mereka juga memiliki dua valved carapace yang meliputi sebagian besar tubuhnya kecuali bagian dari appendages. Dalam beberapa famili, kepala biasanya dipisahkan dari badan dengan lekukan mendalam, tetapi tidak dapat dipisahkan. Pada dahi terdapat gabungan mata (unpaired), kemampuan bergerak secara vertical maupun horizontal.
Sedangkan, bila dibandingkan dengan Laevicaudata, sama-sama Monophyletic taxon. Struktur tubuh Laevicaudata mempunyai dua antena sama dengan Cladocera. Hanya fungsi dan sifatnya agak beda, antena yang pertama bersifat vestigial dan antena yang kedua sangat lebar dan biramous. Bagian mandibula Laevicaudata lebar dan bersifat triturative. Kedua bagian maxilla adalah vestigial. Bagian tubuh pertama dan kedua dari Laevicaudata jantan telah termodifikasi seperti penjepit yang digunakan untuk menjepit betina. Bagian epipodit memungkinkan berfungsi sebagai sistem osmoregulasi dari pada respirasi, meskipun dikenal sebagai insang.


HABITAT
Kebanyakan Cladocera berukuran 0,2 sampai 3 mm. Hidup di daerah limnetik sebagai plankton air tawar. Menurut klasifikasi hidupnya sebagai plankton, Cladocera tergolong Holoplankton (plankton permanen) yaitu organisme yang selama hidupnya sebagai plankton.

Laevicaudata

Kunjungi juga webku di http://wilda.comxa.com

DESKRIPSI Laevicaudata

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Crustacea
Kelas : Branchiopoda
Ordo : Laevicaudata

Laevicaudata memiliki dua taxa dengan beberapa ukuran yang hampir sama dengan kelompok Concostraca, atau sejenis kijing (remis), tetapi Laevicaudata termasuk kedalam monophyletic taxon. Meskipun begitu, Laevicaudata tetap merupakan kelompok dari Concostraca. Dari 200 spesies yang masih ada menggambarkan karakter yang besar, karapak bivalved yang menutupi seluruh bagian tubuh. Sehingga apabila dilihat dari luar hewan ini nampak seperti kijing yang kecil. Karapak hewan ini berisi udara, tidak seperti kelompok Notostraca. Selain itu Laevicaudata dilengkapi dengan otot melintang pada karapak yang sangat kuat.
Laevicaudata mempunyai dua antena. Antena yang pertama bersifat vestigial dan antena yang kedua sangat lebar dan biramous. Bagian mandibula Laevicaudata lebar dan bersifat triturative. Kedua bagian maxilla adalah vestigial. Bagian tubuh pertama dan kedua dari Laevicaudata jantan telah termodifikasi seperti penjepit yang digunakan untuk menjepit betina. Bagian epipodit memungkinkan berfungsi sebagai sistem osmoregulasi dari pada respirasi, meskipun dikenal sebagai insang.
Laevicaudata berbeda dengan Spinicaudata. Pada karapak Laevicaudata tidak mempunyai garis pertumbuhan konsentrik. Bagian kepala sangat lebar dan bersambung dengan bagian thorax, dan dapat menghubungkan kedua katup atau klep (valve). Tetapi bagian thorax Laevicaudata sangat pendek yaitu 10 hingga 12 segmen saja. Hewan ini tersebar di sepanjang sungai atau genangan air. Panjangnya mencapai 8mm. Sedangkan Spinicaudata valve (katup) karapak berbentuk seperti satu lembaran yang terbagi dari kanan kiri, sehingga tidak jelas antara bagian kanan dan kiri. Karapak tidak mempunyai garis pertumbuhan konsentrik. Kepala Spinicaudata sangat kecil, tidak berhubungan atau bersambung dengan thorax, dan tidak dapat diperpanjang ke luar karapak. Thorax mempunyai 16 sampai 32 segmen yang dimiliki setiap bagian appendages. Hewan ini ditemukan. Panjangnya mencapai 18mm. Jauh lebih panjang dari pada Laevicaudata.

Follow Twitterku

Tukar Link Blog Yuk