Sunday, November 13, 2011

PENGUKURAN KADAR HEMOGLOBIN

PENGUKURAN KADAR HEMOGLOBIN

Tujuan
Mempelajari dan memahami prinsip kerja cara penentuan kadar Hb dengan metode sahli ( pembentukan asam hematin ).

Bahan dan Alat :
• Haemometer resistant
• 0,1 N HCl
• Darah kapiler / intra cardiac
• Akuades
• Jarum suntik ukuran 2,5 ml
• Pipet kapiler
• Botol penampung darah

Dasar Teori
Hemoglobin merupakan protein yang banyak mengandung zat besi dan memiliki afinitas terhadap oksigen untuk membentuk oksihemoglobin di dalam eritrosit. Dari mekanisme tersebut dapat berlangsung proses distribusi oksigen dari pulmo menuju jaringan (Pearce, 1991). Pada hemoglobin manusia dewasa normal (hemoglobin A), terdapat 2 jenis rantai polipeptida yang dinamakan rantai α dan rantai β. Pada rantai α, masing-masing mengandung 141 gugus asam amino, sedangkan pada rantai β masing-masing mengandung 146 rantai asam amino. Sehingga hemoglobin A dinamai α2β2. Akan tetapi tidak semua hemoglobin dalam darah dewasa normal merupakan hemoglobin A, sekitar 2,5% hemoglobin merupakan hemoglobin A2, tempat rantai β diganti oleh rantai δ (α2δ2) (Ganong, 2001).
Adanya hemoglobin dalam darah ini menyebabkan eritrosit berwarna merah, karena hemoglobin merupakan penyusun 30% dari total isi eritrosit (Mutschler, 1991). Hemoglobin mempunyai berat molekul 64.450 dan merupakan suatu molekul yang dibentuk oleh 4 rantai polipeptida, dimana pada tiap polipeptida melekat pada gugus heme. Heme adalah suatu turunan porfirin yang mengandung besi (Fe). Polipeptida ini dinamai secara bersama sebagai bagian dari globin dari molekul hemoglobin. Adapun fungsi dari hemoglobin ini adalah sebagai alat transportasi O¬2 serta membawa hasil akhir proses respirasi CO2.
Sintesis Hemoglobin berlangsung dalam sumsum tulang. Sintesis hemoglobin dimulai pada tahap eritroblast dan berlangsung hingga tingkat retikulosit dan kemudian menjadi eritrosit matur. Sel darah muda yang telah keluar dari sumsum tulang tetap membentuk hemoglobin pada hari berikutnya. Sintesis tersebut dimulai dari kondensasi glisin dan suksinil koenzim A (CoA) dibawah aksi enzim kunci δ-aminolevulinic acid sintetase (ALA-sintetase) untuk membentuk ALA (Amino Levulinic Acid) selanjutnya ALA mengalami dehidrasi menjadi phorphobilinogen oleh enzim ALAD (ALA Dehidratase). Setelah melewati beberapa tahapan reaksi, senyawa phophobilinogen mengalami perubahan bentuk menjadi protoporfirin. Salah satu senyawa protoporfirin, yaitu protoporfirin IX akan berikatan dengan Fe membentuk heme. Heme bereaksi dengan globin dimana 4 molekul heme berikatan dengan satu molekul globin dan ion logam Fe¬2+ dengan bantuan enzim ferrochelatase membentuk hemoglobin (Hoffbrand dan Petit, 1987 ; Palar, 1994 ; Darmono, 1995 ; Sadikin, 2001).

Kandungan Hb normal rerata adalah 16 g / dL pada pria dan 14 g / dL pada wanita yang semuanya terdapat pada eritrosit ( Ganong, 2001 ). Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menyebabkan anemia.


Cara kerja :
• Mencari terlebih dahulu pembuluh darah arteria branchialis dan kelurkan darahnya + 1,0 ml (jika menggunakan manusia) atau keluarkan darah melalui intra cardiac (jika menggunakan hewan coba tikus), meletakkan darah dalam botol penampung (yang sudah diberi sedikit EDTA).
• Mengisi tabung pengencer / pengukur hemometer dengan 0,1 N HCl sampai menunjukkan angka 2.
• Menghisap darah dengan pipet Hb sampai angkanya menunjukkan 20, menghapus darah yang melekat pada ujung pipet.
• Sebelum mengalami penjedalan, memasukkan darah kedalam tabung pengencer hemometer yang telah berisi 0,1 N HCl.
• Menghisap HCl dalam tabung kedalam pipet dan dikeluarkan lagi, ulangi sampai 3 kali.
• Mendiamkan selama 8-10 menit.
• Mengencerkan dengan menambahkan akuades setetes demi setetes sambil diaduk dengan batang pengaduk, sampai warnanya sesuai dengan warna standart.
• Membaca angka yang sesuai dengan tinggi permukaan larutan darah ( menunjukkan kadar Hb ).
• Mengulangi perlakuan diatas sampai 3 kali.




Hasil Pengamatan

Darah Kelompok
1 2 3 4 5 6 7 x
Manusia
( g / dL ) I
II
x 14,3
14,7
14,5 15,8
13,2
14,5 14
14,4
14,2 11,8
13,2
12,2 9,8
13,2
11,5 16,4
15,4
15,9 13,8
13,6
13,7 -
-
13,78
Mencit
( g / dL ) I
II
x 10,1
9,8
9,9 10,9
10,3
10,6 10
10,8
10,4 8,6
8,8
8,7 10,2
10,0
10,1 8,9
10,6
9,75 9,4
11,8
10,6 -
-
10,01



Pembahasan
Pengukuran kadar hemoglobin ( Hb ) dalam darah. Ada dua cara pengukuran kadar Hb, yaitu :
• Metode Sahli ( dengan menggunakan 0,1 N HCl )
• Metode Cyanmeth Hb-Drabkins ( menggunakan spektrofotometer )
Pada praktikum kali ini digunakan metode Sahli untuk mengukur kadar Hb. Metode Sahli mengandalkan pembentukan asam hematin yang kemudian diukur kadarnya dengan cara membandingkan warna hasil pengenceran dengan warna standart. Pada langkah – langkah cara kerja menggunakan metode Sahli harus dilakukan penghisapan larutan HCl yang telah dicampur dengan darah yang kemudian dikeluarkan lagi dan diulang sebanyak 3 kali hal ini dimaksudkan untuk menghomogenkan larutan campuran darah dan HCl serta untuk memasukkan udara (O¬2 ). Setalah homogen, kemudian larutan campuran didiamkan selama 8 – 10 menit, hal ini dimaksudkan agar Hb bereaksi dengan HCl sehingga dapat terbentuk asam hematin dan kadar asam ini dapat dihitung dan yang sekaligus kadar Hb juga dapat diketahui.
Penggunaan HCl dalam praktikum kali ini bertujuan untuk melisiskan eritrosit sehingga Hb yang terdapat dalam eritrosit dapat keluar dan bereaksi dengan HCl membentuk asam hematin.
Dari hasil percobaan, kelompok kami mendapatkan kadar Hb pada manusia ( ♂ ) adalah sebesar 15, 9 g / dL, dan pada mencit sebesar 9,75 g / dL. Dari data seluruh kelompok setelah dirata – rata didapatkan kadar Hb manusia sebesar 13,78 g / dL dan kadar Hb pada mencit sebesar 10,01 g / dL. Apabila data kadar Hb pada manusia dari kelompok kami dibandingkan dengan data rata – rata seluruh kelompok maka didapatkan hasil yang cukup jauh berbeda. Namun, data kami tidak jauh berbeda dengan literatur yang kami dapat sehingga dapat diperoleh persentase kesalahan yang kecil, yaitu sebesar 0,625%. Perbedaan yang mencolok dengan kelompok yang lain mungkin disebabkan karena kekurangan dari metode Sahli itu sendiri.
Pada metode Sahli membutuhkan ketelitian visualisasi praktikan dalam membandingkan warna yang diperoleh dari pengenceran dengan warna standart. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penilaian dalam pengambilan data sangat subjektif mengingat kemampuan visualisasi tiap individu berbeda – beda.

Kesimpulan
• Kadar Hb pada manusia ( ♂ ) adalah sebesar 15, 9 g / dL.
• Kadar Hb pada mencit adalah sebesar 9,75 g / dL.

Daftar pustaka
Ganong, W. F., 2001, Fisiologi kedokteran, penerbit Buku Kedokteran EGC . Jakarta
Pearce, C.E., 1991 . Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Sadikin, M., 2001, Biokimia Darah, Widya Medika, Jakarta
Sturkie, P. D. and P. Griminger. 1976. Blood: Physical Characteristics, Formed Elements, Haemoglobin, and Coagulation. Avian physiology D Edition. Springer-Verlay New York.

0 komentar:

Post a Comment

BUDAYA BERKOMENTAR SANGAT BAIK... AYO BERKOMENTAR!!

Follow Twitterku

Tukar Link Blog Yuk