Sunday, November 13, 2011

KARAKTERISASI MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS SPESIES PENICILLIUM

KARAKTERISASI MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS SPESIES PENICILLIUM

TUJUAN
Untuk mengetahui karakterisasi/deskripsi makroskopis dan mikroskopis 4 spesies Penicillium

ALAT DAN BAHAN
o Cawan petri
o Object glass
o 2 logam penyangga
o Pipet volume
o Beker glass 200ml
o Aquades steril
o Media PDA
o Jarum ose
o Timbangan
o Alkohol
o 4 spesies biakan murni kapang Penicillium

LANDASAN TEORI
Mikroorganisme memiliki peranan sangat penting, karena mikroorganisme merupakan agen biologi penghasil antibiotik yang sangat penting dalam proses pencatatan berbagai macam penyakit. Penicillium adalah genus kapang dari kelas ascomycetes. Peran pentingnya dalam lingkungan alam serta produksi makanan dan obat. Salah satu dari genus ini menghasilkan penisilin, yaitu sebuah molekul yang digunakan sebagai antibiotik , yang membunuh atau menghentikan pertumbuhan beberapa jenis bakteri di dalam tubuh. Menurut Fungi Dictionary (edisi 10, 2008), genus luas berisi lebih dari 300 spesies (Wikipedia, 2011). Beberapa contoh produk antibiotik, yaitu penisilin yang dapat dihasilkan oleh Penicillium notatum (Indrawati, 2006) dan Penicillium chrysogenum, salah satu dari genus Penicillium, telah lama dikenal sebagai antibiotik. Antibiotik berasal dari kata Yunani tua, yang merupakan gabungan dari kata anti (lawan) dan bios (hidup). Kalau diterjemahkan bebas menjadi "melawan sesuatu yang hidup". Penicillium sp. adalah genus fungi dari ordo Hypomycetes, filum Askomycota. Penicillium sp.memiliki ciri hifa bersepta dan membentuk badan spora yang disebut konidium. Konidium berbeda dengan sporangim, karena tidak memiliki selubung pelindung seperti sporangium. Tangkai konidium disebut konidiofor, dan spora yang dihasilkannya disebut konidia. Konidium ini memiliki cabang-cabang yang disebut phialides sehingga tampak membentuk gerumbul. Lapisan dari phialides yang merupakan tempat pembentukan dan pematangan spora disebut sterigma. Beberapa jenis Penicillium sp. yang terkenal antara lain P. notatum yang digunakan sebagai produsen antibiotik dan P. camembertii yang digunakan untuk membuat keju biru (Purves dan Sadava, 2003).
Menurut Hoeller (1999) telah mengisolasi 45 isolat Penicillium dari 11 jenis spons, untuk meneliti diversitas, aktivitas biologik, dan metabolit sekunder dari fungi yang diisolasi dari spons (dalam Indrawati Gandjar, 2006). Jamur ini berwarna hjjau kebiruan dan tumbuh baik pada buah-buahan yang telah masak, roti, nasi, serta makanan bergula. Hidup secara saprofit di berbagai tempat, terutama pada substrat yang mengandung gula (seperti nasi, roti, dan buah yang telah ranum). Berkembang biak secara vegetatif dengan membentuk konidia. Konidia dibentuk pada ujung hifa. Hifa pembawa konidia disebut konidiofor. Sehingga setiap konidia dapat dapat tumbuh membentuk jamur baru. Konidiofor nya berbentuk seperti sikat/kuas reproduksi generatif dengan membentuk askus, namun reproduksi secara generatif sulit ditemukan.
Antibiotika di dunia kedokteran digunakan sebagai obat untuk memerangi infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau protozoa. Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi/jamur, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain.

CARA KERJA
- Disediakan 4 preparat kapang untuk diamati karakteristik makroskopis dan mikroskopisnya untuk kemudian digambar. Setelah itu ditentukan preparat manakah yang merupakan kapang Penicillium.
- Mengamati makroskopis kapang dengan melihat bagian atas dengan mengamati warna koloni, struktur koloni dll. Mengamati bagian bawah pula (reverse side) dengan mengamati warna, ada/tidak garis radial, lingkaran konsentris dll. Kemudian digambar.
- Mengamati mikroskopis kapang dengan melihat hifa, ada tidaknya metula, dll.
- Untuk pengamatan mikroskopis, letakkan slide kultur hasil penanaman minggu sebelumnya (Hasil praktikum II) pada mikroskop, amati masing-masing spesies Penicillium, gambarlah bentuk mikroskopisnya, hifa, spora, dll.
- Untuk pengamatan makroskopis, amati kultur Penicillium pada kultur cawan petri, lihat bagian atas amati warna koloni, struktur koloni dll, amati pula bagian bawah (reverse side) amati warna, ada/tidak garis radial, lingkaran konsentris dll, gambarlah.
- Untuk biakan yang sudah di amati, sebelum dibuang harus disterilkan dulu dengan autoclave, kemudian buanglah kapang pada tempat sampah, cucilah semua cawan petri dan alat lainnya untuk mempersiapkan praktikum IV
- Untuk persiapan pengamatan praktkum IV, siapkanlah slide kultur dan kultur cawan petri untuk 3 spesies Rhizopus, lakukan hal yang sama dengan cara kerja praktikum I.

HASIL PENGAMATAN
Tabel 1. Gambar Makroskopis Kapang
No. Jenis Kapang Warna Tekstur Koloni Zonasi Radial Furrow Tetes Eksudat
Top Reverse
1 A Hijau tua di tengah dengan lingkaran tepi warna putih Coklat Bludru - √ √
2 B Putih Kuning Bludru - - -
3 C Hijau di tengah dengan lingkaran tepi warna putih Putih Bludru - - √
4 D Hijau di tengah dengan lingkaran tepi warna putih Putih Bludru - - -




Tabel 2. Karakteristik Mikroskopis Kapang
No Jenis Kapang Bentuk Spora/Konidia Konidiofor/ Sporangiofor Bentuk Conidial head
1 A Bulat monotematous Bentuk botol
2 B Bulat synnematous Bentuk botol
3 C Bulat monotematous Bentuk botol
4 D Bulat - Bentuk botol



PEMBAHASAN

Untuk mengidentifikasi spesies apakah yang dipakai pada waktu praktikum kali ini adalah dengan cara melihat karakteristik secara makroskopis dan mikroskopis. Berdasarkan hasil pengamatan dari karakteristik makroskopis didapatkan: jenis kapang A memiliki warna bagian atas (top side) hijau tua dengan lingkaran tepian luarnya berwarna putih sedangkan warna bagian bawahnya (reverse side) berwarna agak kecoklatan, memiliki kenampakan radial furrow yang masih belum terlihat jelas karena usia kapang yang masih muda, dan memiliki sedikit tetes-tetes eksudat. Jenis kapang B warna atasnya hijau tua dengan bagian lingkaran tepinya berwarna putih sedangkan warna bawahnya putih dan hanya memiliki tetes eksudat. Jenis kapang C warna atasnya hijau di tengah sedangkan warna bawahnya putih dan tidak memiliki kenampakan radial furrow ataupun tetes eksudat. Jenis kapang D warna bagian atasnya putih sedangkan bagian bawahnya berwarna kuning dan tidak memiliki kenampakan radial furrow ataupun tetes eksudat juga. Untuk kenampakan zonasi pada semua jenis kapang tidak terlihat, dikarenakan usia koloni yang masih muda. Pada umumnya kenampakan yang lain juga terlihat sedikit sekali. Untuk tekstur koloni semua jenis kapang (A, B, C, D) bertekstur seperti bludru.
Hasil pengamatan bagian mikroskopis, kapang jenis A, B, C, D memiliki ciri-ciri bentuk spora/konidia bulat dan bentuk conidial headnya seperti botol. Tipe konidiofor/sporangiofor dari kapang jenis A : monotematous, kapang jenis B : synnematous dan kapang jenis C : monotematous sedangkan kapang jenis D bukan genus dari kapang.
Menurut identifikasi hasil pengamatan makroskopis dan mikroskopis kapang maka diketahui bahwa jenis kapang A adalah spesies dari Penicillium crysogenum, karena berdasarkan ciri-ciri dari literatur bahwa koloni berwarna hijau kekuningan atau hijau agak biru pucat sedangkan bila berumur tua warna akan semakin gelap, koloni menghasilkan tetes eksudat yang berwarna kuning hingga hialin. Jenis kapang B adalah spesies dari Penicillium expansum ciri-ciri dari literatur bahwa koloni berwarna kuning hingga hijau kebiruan, bagian reverse side berwarna kekuningan atau coklat kekuningan. Jenis kapang C adalah spesies dari Penicillium citrinum ciri-ciri dari literatur bahwa koloni berwarna biru kehijauan, bagian reverse side berwarna kuning hingga jingga. Jenis kapang D adalah bukan spesies dari Penicillium karena tidak memiliki ciri-ciri seperti Penicillium.

KESIMPULAN

Menurut identifikasi hasil pengamatan makroskopis dan mikroskopis kapang maka diketahui bahwa jenis kapang A adalah spesies dari Penicillium crysogenum. Jenis kapang B adalah spesies dari Penicillium expansum. Jenis kapang C adalah spesies dari Penicillium citrinum. Jenis kapang D adalah bukan spesies dari Penicillium.

DAFTAR PUSTAKA

Gandjar, Indrawati. 2006. Mikologi: Dasar dan Terapan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Gandjar, Indrawati, dkk, 2000. Pengenalan Kapang Tropik Umum. Jakarta: IKAPI DKI Jakarta.
Anonim. 2011. Penicillium. http://en.wikipedia.org/wiki/Penicillium diakses pada tanggal 12 Oktober 2011.
Ian C Uthenian. 2011. Kingdom Fungi. http://www.scribd.com/doc/31470592/Kingdom-Fungi diakses pada tanggal 12 Oktober 2011.
Monruw. 2011. Morfologi Jamur Benang. http://monruw.wordpress.com/2011/06/18/morfologi-jamur-benang-kapang/ diakses pada tanggal 12 Oktober 2011.
Tyan, Rumz. 2011. Makalah mikrobiologi: Manfaat Jamur Penicillium sp. Di Bidang Industri. http://www.scribd.com/doc/40485533/MAKALAH-penisilin diakses pada tanggal 12 Oktober 2011.

0 komentar:

Post a Comment

BUDAYA BERKOMENTAR SANGAT BAIK... AYO BERKOMENTAR!!

Follow Twitterku

Tukar Link Blog Yuk