Sunday, November 13, 2011

PENETAPAN GOLONGAN DARAH

PENETAPAN GOLONGAN DARAH

Tujuan :
Mempelajari dan memahami golongan darah dan reaksi aglutinasinya.

Bahan dan Alat :
• Larutan serum darah anti A dan B
• Larutan serum darah anti A+B
• Jarum lanset
• Kapas + alkohol 70%
• Gelas obyek
• Tusuk gigi

Keterangan botol antibody :
Antibody A  tutup botol warna biru
Antibody B  tutup botol warna kuning
Antibody AB  tutup botol warna putih


Dasar Teori
Golongan darah (blood type) adalah gambaran karakteristik sel-sel darah merah (eritrosit) seseorang yang dipengaruhi oleh jumlah dan jenis karbohidrat serta protein pada permukaan membran sel darah merah. Dalam kalimat lebih sederhana, golongan darah ditentukan oleh jumlah zat (antigen) yang terkandung di dalam sel darah merah (Anonim, 2005). Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
• Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
• Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif
• Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
• Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO.
Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh (D) yang mengakibatkan hemolisis. Sistem ini belum pernah dideteksi dijaringan selain sel darah merah. D adalah komponen yang paling antigenik dan sebutan “ Rh + “ yang biasa digunakan berarti bahwa individu mempunyai aglutinogen D.
Tidak seperti antibodi – antibodi dalam sistem ABO, antibodi anti-D tidak dapat timbul tanpa adanya pemajanan individu D-negatif terhadap sel darah merah D-positif melalui transfusi atau masuknya darah janin ke dalam sirkulasi ibu. Hal ini disebut dengan “inkompatibilitas Rh” dimana perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan. “Inkompatibilitas Rh” dapat muncul ketika seorang ibu dengan Rh-negatif mengandung janin Rh-positif. Pada saat terjadi persalinan, sejumlah kecil darah janin merembes ke dalam sirkulasi ibu dan pada masa pasca persalinan, akan dihasilkan titer aglutinin anti-Rh. Pada kehamilan berikutnya aglutinin ibu menyeberang plasenta menuju janin dan antibodi ini dapat menyebabkan hemolisis serta berbagai bentuk penyakit hemolitik pada bayi baru lahir ( eritroblastosis fetalis ).

Cara Kerja :
Penetapan Golongan Darah
1. Menyediakan gelas obyek yang bersih, membersihkan ujung jari telunjuk dengan alkohol 70% dan tusuklah dengam jarum lanset
2. Meletakkan 2 tetes darah di atas gelas obyek
3. Menetesi tetesan darah I dengan anti serum a, tetesan darah II dengan anti serum b,
4. Mencampurkan ke-2 campuran tetesan darah dan serum tadi dengan ujung tusuk gigi lalu digoyang-goyangkan
5. Mengamati hasil yang terjadi, apakah terjadi aglutinasi pada tetes darah yang ada, dan menentukan golongan darah sampel yang ada
6. Jika pada kedua tetesan darah tidak terjadi aglutinasi (penggumpalan), maka perlu satu tetes darah lagi yang dicampur dengan tetesan anti serum A+B. Untuk memastikan tidak terjadinya kesalahan pada anti serum a ataupun b.



Hasil pengamatan
Tabel Golongan Darah
Jenis kelamin: pria
No Nama Antibody A Antibody B Golongan Darah
1 Widodo TM M B
2 Ricky TM M B
3 Nanang M TM A
4 Doni TM TM O
5 Albait TM TM O
6 Andy M TM A
7 Rizki TM TM O
8 Bayu TM TM O
9 Prima M TM A
10 Hariono TM M B
11 Lantang M TM A
12
Sulaiman TM TM O
13 Dimas M TM A
Jumlah Gol darah A B AB O
5 3 - 5

















No Nama Antibody A Antibody B Golongan Darah
1 Nita M TM A
2 Ayu TM TM O
3 Farida TM TM O
4 Okta TM M B
5 Grandis TM TM O
6 Pipit TM M B
7 Amprin TM TM O
8 Titin M M AB
9 Putri TM M B
10 Novita TM TM O
11 Erni TM TM O
12 Yunia TM TM O
13 Lutfi M TM A
14 Endah M TM A
15 Gading TM M B
16 Adita M TM A
17 Amel TM M B
18 Natan TM TM O
19 Erlis TM TM O
20 Ersi TM M B
Jumlah Gol darah A B AB O
4 6 1 9










Keterangan:
 TM = tidak menggumpal (tidak terjadi aglutinasi)
 M = menggumpal (terjadi aglutinasi)

Berdasarkan hasil pengamatan :
 Hasil Reaksi yang menunjukkan golongan darah A
Darah + serum anti A → terjadi aglutinasi
Darah + serum anti B → tidak terjadi aglutinasi
 Hasil Reaksi yang menunjukkan golongan darah B
Darah + serum anti A → tidak terjadi aglutinasi
Darah + serum anti B → terjadi aglutinasi
 Hasil Reaksi yang menunjukkan golongan darah AB
Darah + serum anti A → terjadi aglutinasi
Darah + serum anti B → terjadi aglutinasi
 Hasil Reaksi yang menunjukkan golongan darah O
Darah + serum anti A → tidak terjadi aglutinasi
Darah + serum anti B → tidak terjadi aglutinasi
Darah + serum anti A+B → tidak terjadi aglutinasi

Pembahasan
Pada praktikum penetapan golongan darah, kami mempelajari dan memahami golongan darah dan reaksi aglutinasinya. Untuk dapat mengetahui golongan darah dan reaksi aglutinasinya terlebih dahulu diambil sampel darah dari tiap – tiap anggota kelompok yang kemudian diteteskan sebanyak dua titik pada gelas obyek. titik darah tersebut ditetesi dengan antibodi Adan titik yang lain dengan antibody B yang kemudian diaduk / dicampur sehingga antibodi dan darah dapat bereaksi.
Pada beberapa sampel darah terjadi penggumpalan. Penggumpalan yang terjadi disebabkan karena dalam darah seseorang mengandung aglutinogen dan aglutinin . Seseorang dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan aglutinogen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan aglutinin β dalam serum darahnya sehingga ketika ditetesi dengan antibodi A, akan terjadi penggumpalan karena dalam serum darah terdapat aglutinin β. Demikian sebaliknya yang terjadi pada seseorang dengan golongan darah B dimana terdapat aglutinogen B dan aglutinin α, jadi ketika diberi antibodi B akan terjadi penggumpalan. Pada seseorang yang bergolongan darah O tidak terjadi penggumpalan, hal ini disebabkan karena pada seseorang yang bergolongan darah O memiliki aglutinin α dan β sehingga tidak terjadi penggumpalan pada pemberian antibodi A maupun B. dan sebaliknya pada seseorang dengan golongan darah AB. Namun untuk lebih memastikan, pada kedua tetes darah yang tidak mengumpal ketika diteteskan Anti serum A atau B, maka diperlukan satu tetes darah lagi dengan penambahan setetes Anti serum A+B, karena dikhawatirkan terjadi kesalahan karena darah tidak menggumpal, jika setelah penambahan anti serum A+B dan darah tidak menggumpal, maka dapat dipastikan darah tersebut bergolongan O.
Berdasarkan data hasil pengamatan, golongan darah O adalah yang paling banyak muncul dan golongan darah AB paling sedikit muncul. Hal ini karena pada golongan darah O, antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B, sedangkan golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, sehingga golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.

Kesimpulan
 Seseorang bergolangan darah A memiliki antigen A dan antibodi β. Aglutinasi terjadi melalui pemberian antibodi A.
 Seseorang bergolangan darah B memiliki antigen B dan antibodi α. Aglutinasi terjadi melalui pemberian antibodi B.
 Seseorang bergolangan darah O tidak memiliki antigen A maupun B tetapi memiliki antibodi α dan β. Tidak terjadi aglutinasi melalui pemberian antibodi A maupun B.
 Seseorang bergolangan darah AB. memiliki antigen A dan B tetapi tidak memiliki antibodi α maupun β. Aglutinasi terjadi melalui pemberian baik antibodi A maupun B.

Daftar Pustaka
Asegaff, Hasan. 2006. Laboratorium R.S Al-Irsyad Surabaya. Tidak dipublikasikan
Campbell, et al . 2000, Biologi, edisi kelima , jilid 3., Jakarta : Erlangga
Dellman dan Brown.1992. Buku Teks Histologi Veteriner II. UI Press. Jakarta.
Elaine N, Marieb. 2001. Human Anatomy and Physiology. Benjamin Cumming, San Francisco.
Ganong, W. F., 2003, Fisiologi Kedokteran, penerbit Buku Kedokteran EGC . Jakarta
Guyton dan Hall.1996. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 9. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Kimball, John W.1983. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Erlangga. Jakarta.
Pearce C evelyn. 1995. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. PT. Grameddia. Jakarta
Syamsuri, Istamar, dkk. 2003. BIOLOGI. Erlangga. Jakarta. Hal : 83.

0 komentar:

Post a Comment

BUDAYA BERKOMENTAR SANGAT BAIK... AYO BERKOMENTAR!!

Follow Twitterku

Tukar Link Blog Yuk