Sunday, November 13, 2011

Biodiversitas Jeruk Manis di Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia yang termasuk negara tropis berada pada kawasan yang dilalui garis katulistiwa merupakan habitan yang mendukung pertumbuhan buah jeruk, dan dapat ditanami buah jeruk hingga ketinggian 2.000 m dpl, dengan temperature optimal pertumbuhannya antara 25-30oC (Pracaya, 1992). Potensi dan peluang pengembangan tanaman jeruk manis di Indonesia sangat besar, baik ditinjau dari potensi lahan, keragaman jenis, maupun dari aspek petani dan teknologi. Diketahui bahwa buah jeruk manis memiliki prospek ekonomi yang lebih baik bila dijual tidak hanya dalam bentuk buah segar, ditambah lagi karena kulitnya lebih sukar dikupas dibandingkan dengan jeruk keprok diadakan produk olahan yang dapat dikembangkan antara lain bahan pewarna, tepung kulit buah, juice, cocktail dan sirup buah jeruk. Produk olahan yang memiliki prospek ekonomi dari sisi profit yang terbesar adalah sirup buah dan cocktail. Sedangkan dari sisi pemanfaatan produk samping (kulit buahnya) masih memerlukan banyak kajian ulang (Kastaman, 2007).
Sesudah perang dunia ke II di Indonesia telah banyak ditanaman varietas jeruk manis, tetapi akhir-akhir ini tanaman jeruk tidak begitu pesat perkembangannya. Penyebabnya bermacam-macam, di antaranya karena serangan penyakit CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration), penyakit akar, pemasarannya pun kalah dengan jeruk keprok, jeruk siem, dan lain-lain.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka diajukan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagamana distribusi jeruk manis (Citrus aurantium L.) di Indonesia ?
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jeruk manis (Citrus aurantium L.) di Indonesia agar produksi buahnya meningkat ?
3. Apa saja varietas jeruk manis (Citrus aurantium L.) yang ada di Indonesia ?

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 BOTANI JERUK MANIS (Citrus sinensis L.)
A. Taksonomi
Jeruk manis, disebut juga jeruk peras, mempunyai nama ilmiah Citrus sinensis (L.) Osbeck. Sinonim : Citrus aurantium L. var. sinensis L. Jeruk manis ini termasuk dalam klasifikasi berikut ini :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus : Citrus
Spesies : Citrus sinensis (L.) Osbeck
Banyak jeruk yang dikawinsilangkan sehingga terjadi hibrid, di antaranya yaitu mandarin dikawinkan dengan jeruk manis menghasilkan jeruk tangor, Poncirus dikawinkan dengan jeruk manis menghasilkan jeruk citrange.

B. Morfologi
jeruk manis termasuk kelas Dicotyledoneae (berkeping dua), mempunyai ciri-ciri :
 Dapat hidup bertahun-tahun
 Perakarannya dalam
 Mempunyai akar tunggang dan akar serabut
 Dapat dikembangkanbiakkan secara vegetatif (cangkok) maupun generatif (dengan biji)
 Mahkota daun bulat dan
 Kerimbunan sedang.
Buah jeruk manis berukuran besar, tangkainya kuat. Bentuknya bulat, bulat lonjong, atau bulat rata (papak) dengan bagian dasar bulat, ujungnya bulat atau papak, bergaris tengah 4-12 cm. buah yang masak berwarna oranye, kuning, atau hijau kekuningan, berbau sedikit harum, agak halus, tidak berbulu, kusam, dan sedikit mengilat. Kulit buah tebalnya 0,3 – 0,5 cm, dari tepi berwarna kuning atau oranye tua dan makin ke dalam berwarna putih kekuningan sampai putih, berdaging, dan kuat melekat pada dinding buah. Di dalam kulit buah ada segmen (bagian buah) yang jumlahnya 8-13 buah mengelilingi sumbu yang kuat. Setiap segmen mempunyai kulit tipis, kuat, putih transparan (jernih), dan melekat satu sama lain dengan kuat. Di dalam segmen segmen ada daging (pulp) yang berwarna kuning, oranye kekuningan, atau kemerahan. Berbau sedikit harum, rasanya manis atau sedikit asam tetapi segar. Pulp itu terdiri dari gelembung kecil yang kedua ujungnya runcing atau tumpul, berisi cairan, dan letaknya bebas. Kelopak buah berbentuk seperti bintang dengan 3-6 segmen berbentuk segitiga, bergaris tengah 1-1,5 cm.

C. Komposisi Buah
Komposisi buah jeruk manis terdiri dari bermacam-macam, diantaranya air 70-92% (tergantung kualitas buah), gula, asam organik, asam amino, vitamin, zat warna, mineral, dan lain-lain.





BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Distribusi Jeruk Manis di Indonesia
Asal jeruk adalah dari Asia Timur dan Asia Tenggara, membentuk sebuah busur yang membentang dari Jepang terus ke selatan hingga kemudian membelok ke barat ke arah India bagian timur. Jeruk manis berasal dari Asia Timur.
Buah ini berasal dari banyak tempat di sekitar Mediterania, dari Afrika dan Brasil. Tempat asalnya adalah India, Tiongkok Selatan dan Indonesia. Pelaut Portugis membawa buah-buahan ini ke Eropa untuk pertama kalinya pada abad 17.
Sejak ratusan tahun yang lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Jeruk manis (Citrus aurantium L.) berasal dari India timur laut, Cina selatan, Birma utara, dan Vietnam. Pada saat sekarang jeruk manis sudah banyak ditanam di daerah tropis maupun subtropis.
Distribusi jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat), Tawangmangu (Jawa Tengah), Batu dan Pacitan (Jawa Timur), Tejakula (Bali), Selayar (Sulawesi Selatan), Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara). Karena adanya serangan virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration), beberapa sentra penanaman mengalami penurunan produksi yang diperparah lagi oleh sistem monopoli tata niaga jeruk yang saat ini tidak berlaku lagi. Dimana Indonesia menghasilkan 78.674 MT. Namun untuk area produksi di Jawa Timur, utamanya jeruk manis banyak dihasilkan dari kawasan Malang (BPS, 2008).
Sedangkan Pacitan adalah kota pertama, sebagai potensi atau peluang yang cukup menjanjikan dalam pengembangan usaha pertanian jeruk manis ini, dilihat dari keuntungan yang diterima. Kedua dari segi ekonomis Jeruk Manis Pacitan memiliki nilai jual yang relatif cukup tinggi. Ketiga jeruk manis memiliki nilai tambah dari hasil pengolahannya menjadi minuman sari buah Jeruk Manis Pacitan.

3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Jeruk Manis (Citrus Aurantium L.) di Indonesia Dalam Peningkatan Hasil Produksi Buah.
Pertumbuhan jeruk manis di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi hasil produksi buahnya. Tanaman jeruk manis, dan juga jeruk manis lainnya, dapat di tanam di daerah antara 400 LU dan 400 LS. Namun tanaman jeruk paling banyak terdapat di daerah 200 - 400 LU dan 200 - 400 LS. Di sekitar Laut Tengah, daerah 440 LU, masih merupakan daerah yang cocok untuk tanaman jeruk. Jeruk manis tumbuh dan menghasilkan buah dengan baik jika ditanam pada daerah subtropis dengan suhu optimal 250-300C. Di atas dan di bawah temperatur optimal pertumuhannya akan berkurang. Apabila temperatur di atas 380C atau di bawah 130C kemungkinan pertumbuhannya akan terhenti. Namun, ada juga tanaman jeruk yang masih bisa bertahan sampai temperatur 500C atau sedikit di bawah 00C. Di daerah subtropis, produksi jeruk lebih tinggi dari pada di daerah tropis. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh iklim yang berbeda atau karena faktor-faktor lain yang dilakukan lebih intensif, seperti pemupukan, pengairan, pengendalian hama penyakit dan lain-lain. Menurut Savage, produksi jeruk di daerah subtropis dapat mencapai 36 – 40 ton per hektar, sedangkan di daerah tropis hanya mencapai 13 – 22 ton per hektar.
Tanaman jeruk manis ditanam diberbagai jenis tanah, dari tanah pasir kasar sampai tanah liat berat. Tanah tidak boleh tergenang air. Didaerah yang tergenang air harus segera dikeringkan, atau menanamnya pada tanah yang ditinggikan. Drainase yang baik sangat perlu untukmemperoleh hasil yang tinggi. Tanah yang baik untuk tanaman jeruk yaitu bila berasal dari endapan yang subur, cukup dalam dan tidak beragam. Walaupun tanaman jeruk bisa ditanam ditanah berat, tetapi lebih baik bila ditanam di tanah ringan sampai sedang, yang erasi (peredaran udara) cukup baik, gembur, cukup dalam, air bisa merembes, dan cukup bahan organik.
Sinar matahari memiliki peranan penting dalam kehidupan tanaman jeruk. Tanaman jeruk memerlukan sinar matahari yang penuh, bila terlindung akan berkurang produksinya. Tanaman jeruk bisa menghasilkan buah yang lumayan bila memperoleh sejumlah panas tertentu. Jeruk manis Navel dan Valencia memerlukan jumlah panas yang sedang; jeruk peras grape fruit memerlukan jumlah panas yang tinggi; jeruk Eureka dan Lisbon (kultivar lemon) memerlukan jumlah panas yang rendah.
Di daerah subtropis, tanaman jeruk manis pada umumnya di tanam di daerah yang lebih rendah. Seagai contoh di daerah California, jeruk di tanam di daerah dengan ketinggian kurang dari 700 m, di Spanyol kurang dari 250 m, sedangkan di Indonesia banyak di tanam di daerah yang tinggi, misalnya di daerah Kabanjahe, Ngablak, Tawangmangu yang ketingginnya lebih dari 1000 m.
Air merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman jeruk manis, pembentukan buah, fotosintesis, dan lain lain. Air sebagai komponen semua jaringan tanaman. KAndungan air pada daun dan tunas sekitar 50% – 70%, pada buah lebih kurang 85%, dan pada akar kira-kira 60% - 85%. Air melarutkan unsur hara dan membawanya ke seluruh tubuh tanaman.Selain itu air diperlukan untuk memelihara turgor tanaman, mengatur kedaan panas tanaman, dan berperan serta dalam pembentukan tubuh tanaman dan aktivitas kehidupan sel-sel dalam semua jaringan tanaman.
Curah hujan sekurang-kurangnya 700 mm tiap tahun, yang baik bila merata. Walaupun curah hujan 1.250 – 1.850 mm tetapi kalau turunnya tidak merata, maka perlu adanya tambahan pengairan. Bila hujan terlalu banyak mungkin juga akan timbul penyakit (misalnya jamur upas), atau tergenang terlalu lama sehingga tanaman dapat mati.
Kebun jeruk yang sering dilanda angin yang cukup besar, perlu ditanami tanaman penahan angin. Angin dengan kecepatan 24 – 32 km per jam menyebabkan buah jeruk seperti tergores; kecepatan 40 – 48 km per jam buah akan terguncang-guncang, mungkin juga ada yang rontok; kecepatan 48 – 64 km per jam buah yang masak akan rontok semua. Untuk menghindari hembusan angin, sebaiknya di sekeliling kebun ditanami tanaman penahan angin. Tanaman penahan angin tersebut ditanam terlebih dahulu dari pada tanaman jeruk sehingga dapat melindugi tanaman dari hembusan angin.
Dengan memenuhi sesuai aturan dan beberapa faktor seperti diatas maka diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi buah jeruk manis. Sehingga komoditas jeruk manis di Indonesia meningkat dan distribusinya berkembang dengan baik.

3.3 Varietas Jeruk Manis
Jeruk manis dibagi menjadi 4 golongan, yaitu jeruk manis biasa (common orange, blond orange), jeruk manis pusar (navel orange), jeruk manis merah darah (pigmented orange) dan jeruk manis tidak asam (acidless orange).
Varietas jeruk manis cukup banyak, diantaranya jeruk manis nanas, puser, merah data, tidak asam, batu, Hamlin, Shamouti, Tenerife, Thomson, Australia, Brasil, dan Sunkist. Seringkali jeruk manis disebut pula dengan nama daerah asalnya, misalnya jeruk manis batu karena asalnya dari Batu (Pracaya, 2003).
Menurut AKK (1994) jenis-jenis jeruk yang ada di Indonesia cukup banyak, antara lain sebagai berikut :
1. Jenis jeruk manis (Citrus aurantium L.)
2. Jenis jeruk keprok (Citrus reticula Blaco atau Citrus nobilis)
3. Jenis jeruk besar (Citrud maxima Merr, Citrus grandis Osbeck)
4. Jenis jeruk lemon (Citrus limon Linn)
5. Jenis jeruk lime (Citrus aurantifolia Swingle)
6. Jenis jeruk sitrun (Citrus medica Limnaeus)
7. Jenis jeruk grape fruit (Citrus paradisi Mactadijen)
8. Jenis jeruk hybrid.


BAB IV
KESIMPULAN

1. Distribusi jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat), Tawangmangu (Jawa Tengah), Batu dan Pacitan (Jawa Timur), Tejakula (Bali), Selayar (Sulawesi Selatan), Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara).
2. Pertumbuhan, hasil produktivitas dan distribusi jeruk manis dipengaruhi oleh iklim, temperatur, tingkat penyinaran matahari, curah hujan, kelembaban, air dan angin.
3. Jeruk manis tumbuh dan menghasilkan buah dengan baik jika ditanam pada daerah subtropis dengan suhu optimal 250-300C dibandingkan dengan jeruk manis yang ada di daerah tropis.
4. Varietas jeruk manis menurut Pracaya (2003) ada 11 varietas. Sedangkan menurut AKK (1994) ada 8 varietas.



DAFTAR PUSTAKA

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16346/3/Chapter%20II.pdf diakses pada tanggal 15 April 2011. http://sulsel.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=168:lahan-untuk-usaha-tani-tanaman-jeruk&catid=45:buletin-volume-i-nomor-i-tahun-2006&Itemid=53 diakses pada tanggal 15 April 2011.
http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/17633 diakses pada tanggal 15 April 2011.
http://id.wikipedia.org/wiki/Citrus_%C3%97_sinensis diakses pada tanggal 15 April 2011.
http://id.wikipedia.org/wiki/Jeruk diakses pada tanggal 15 April 2011.
http://www.epochtimes.co.id/keluarga.php?id=418 diakses pada tanggal 15 April 2011.
http://student-research.umm.ac.id/index.php/dept_of_agribisnis/article/view/1547 diakses pada tanggal 15 April 2011.
http://migroplus.com/brosur/Budidaya%20jeruk.pdf diakses pada tanggal 15 April 2011.

1 komentar:

BUDAYA BERKOMENTAR SANGAT BAIK... AYO BERKOMENTAR!!

Follow Twitterku

Tukar Link Blog Yuk